Selamat datang di Pusat Informasi Pertanian dan Perkebunan

Pohon Karet Alam

0 komentar

Karet alam berasal dari pohon Para  (Hevea brasiliensis). Struktur botani tanaman karet ialah tersusun sebagai berikut : 
  • Divisi:  Spermatophyta 
  • Subdivisi: Angiospermae 
  • Kelas: DicotyledonaeOrdo: Euphorbiales 
  • Famili: Euphorbiaceae 
  • Genus: Hevea  
  • Spesies: Hevea brasiasiliensis
Pada dasarnya karet tidak hanya dapat diperoleh dari pohon Para (Hevea brasiliensis) namun oleh karena pohon Para merupakan tanaman yang paling banyak ditanam khususnya ditanam di kawasan Asia Tenggara yang notabene merupakan kawasan penghasil karet alam terbesar dunia maka pohon Para identik dengan Pohon Karet. Selain pohon Para , ada juga pohon – pohon jenis lainya yang dapat menghasilkan lateks. Berikut Nama -  nama spesies pohon dan  daerah penyebaran:

Tabel Nama Jenis Pohon Penghasil Karet
Nama Spesies
Nama Panggilan
Area Distribusi
Castilloa elastica Sessé
Dan Solidago
Pohon Karet Panama (Panama Rubber tree)
AMERICA (Mexico; Central America; Western South America)
Tumbuh di daerah Tropis.
Ficus vogelii (Miq.) Miq.
Pohon Karet Afrika Baret
(West Africa rubber tree)
AFRICA (Macaronesia; Northeast Tropical Africa; East Tropical Africa; West-Central Tropical Africa; West Tropical Africa; South Tropical Africa; South Africa; Western Indian Ocean)
Funtumia africana (Benth.) Stapf
Pohon Karet Lagos silk
(Logos silk rubber tree)
AFRICA (East Tropical Africa; West-Central Tropical Africa; West Tropical Africa; South Tropical Africa)
Hevea brasiliensis (Willd. ex Adr. Juss.) Muell. Arg.
Pohon Karet/ Pohon Para (Rubber tree)
SOUTHERN AMERICA (Brazil; Bolivia; Colombia ; Peru) SOUTHEAST ASIA (Thailand,Indonesia,Malaysia,Vietnam,Laos,Combodia,Philipine)
INDIA , CHINA
Holarrhena floribunda (G. Don) Durand & Schinz
Pohon karet False (False rubber tree)
AFRICA (West-Central Tropical Africa; West Tropical Africa)
Funtumia elastica dan Landolphia kirkii
-
AFRICA (Northeast Tropical Africa; East Tropical Africa; West-Central Tropical Africa; West Tropical Africa)
juga ditanami di daerah lain.
Ficus elastica
Tanaman Karet India (Indian rubber plant )
ASIA-TROPICAL(India; China; Malaysia,Coastal Sothern California)
widely cultivated elsewhere
Parthenium argentatum
Guayule
NORTHERN AMERICA
(South-Central U.S.A.; Mexico)
Palaquium gutta dan
Palaquium oblongifolia
Gutta-Percha
Malaysia, South Pacific and  South America
Taraxacum koksahgyz  and
Taraxacum officinale
Russian dandelion
ASIA-TEMPERATE
Former Soviet Union; China
Source: UNCTAD secretariat (Links: USDA, NRCS. 2005. The PLANTS Database, Version 3.5. Data compiled from various sources by Mark W. Skinner. National Plant Data Center, Baton Rouge, LA 70874-4490 USA).

Selain tanaman diatas ada beberapa tanaman lain yang juga dapat menghasilkan lateks seperti :
  1. Latex Gutta-Percha sangat resisten terhadap air dan sering digunakan sebagai bahan baku untuk membuat isolasi kabel dan alat-alat listrik dibawah laut dan juga digunakan untuk pembuatan bola golf dan permen karet. Selain nama-nama spesies diatas.
  2. Lateks juga dapat dihasilkan oleh pohon Chicle (achras sapata) atau pohon sawo sebagai bahan baku Permen karet.
  3. Pohon Jelutung (Dyera costulata ) , sebagai bahan baku Permen karet.
  4. Pohon pinus berdaun panjang di Amerika (Pinus palustris) untuk menghasilkan lateks sebagai bahan baku Permen karet.
  5. Tanaman  Accacia Senegal  berasal dari pantai Barat Afrika, dinamakan karet Arabia  / Arabia gomu menghasilkan lateks yang mudah larut dalam air karena mengandung hidrokarbon, digunakan untuk pembuatan perekat perangko dan tinta.
  6. Pohon Poppy (Papaver somniferum) juga dapat menghasilkan lateks yang digunakan sebagai bahan baku Opium , Morfin atau Heroin.
  7. Tanaman Urceola Elastica termasuk tanaman merambat yang terdapat di Malaysia dan Sumatera.
  8. Tanaman Manihot glaziovili, termasuk tanaman tingkat rendah dari Brazil, karet yang diambil dari tanaman ini disebut karet ceala dan kualitas lateksnya lebih rendah dibanding lateks Hevea Brasiliensis. Tanaman ini tidak dikembangkan.
  9. Tanaman Mimusops balata, berasal dari Amerika selatan, getahnya berwarna merah. Biasanya digunakan untuk kulit luar bola golf karena tahan air.
  10. Tanaman Astragalus gumifer, berasal dari Yunani, dinamakan Torogonta gomu. Mirip karet Arabia.
Karet Alam maupun Karet sintetis sering juga disebut dengan Elastomer  . Elastomer adalah zat yang apabila ditarik/diberi tegangan akan dengan cepat kembali ke bentuk semula bila tarikan atau tegangan dilepaskan / dibebaskan. Karet alam merupakan salah satu jenis Elastomer yang terdapat di alam.

Elastomer merupakan salah satu jenis dari Polymer yang terdiri dari monomer-monomer. Monomer-monomer ini disebut dengan isoprene. Karet alam  merupakan linear polymer atau cis-1,4-polyisoprene dari hidrokarbon tidak jenuh yang disebut (2-methyl-1,3butadiene).

Ada sekitar 11.000 sampai 20.000 unit isoprene yang terdapat pada rantai polymer karet alam , rantai pajang ini disebut polyisoprene polymer. Berat molekul berbeda-beda tergantung dari klon biji karet Hevea brasiliensis yaitu antara 100.000 s/d 1.000.000 .

Karet alam memiliki sifat-sifat unggul dan sifat-sifat yang lemah sbb :
  1. Karet alam bersifat keras dan elastis, tetapi akan melunak dan lengket bila berada pada suhu yang tinggi dan mengeras dan padat pada suhu rendah.
  2. Spesifik gravity nya 0.915.
  3. Memiliki daya elastisitas tinggi.
  4. Memiliki ketahanan terhadap daya gesek dan kekuatan tensil rendah.
  5. Tidak dapat larut dalam air, acetone, alkali.
  6. Larut dalam larutan  ether, carbon disulphide, carbon tetrachloride, turpentine dan minyak tanah.
  7. Bila karet alam divulkanisasi akan memiliki sifat-sifat seperti tabel dibawah.
  8. Vulkanisasi karet alam dilakukan dengan memanaskan karet alam dan dicampur dengan (5%-8% belerang), zinc oxide (5%) dan accelerator (0.5%-1%) pada suhu 400-440 Kelvin sekitar setengah jam. Semakin banyak belerang / sulfur ditambahkan maka karet akan semakin keras.

Karet Alam
Karet Alam Yang telah Di Vulkanisasi
Lunak dan lengket pada suhu tinggi
Keras dan tidak lengket pada suhu tinggi
Kekuatan tensil rendah dan tidak kuat 
Kekuatan tensil tinggi dan kuat
Daya pegas rendah
Daya pegas tinggi
Hanya dapat digunakan pada temperatur 10 to 60 derajat celcius.
 Dapat digunakan pada temperature dari  (minus)   -40  sampai 100  derajat Celcius
Resisten terhadap Abrasi Rendah
Resisten Terhadap Abrasi Tinggi
Menyerap Banyak Air
 Menyerap Sedikit Air
 Dapat cair di larutan ether, carbon disuphide, carbon tetrachlo ride, petrol  dan turpentine
Tidak dapat dilarutkan pada larutan biasa


Share this article :
 
Support : PT Fin Komodo Teknologi | Creating Website | Dewa Yuniardi | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2012-2013. Perkebunan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger